Zika virus disease is caused by a virus transmitted primarily by Aedes mosquitoes.
People with Zika virus disease can have symptoms including mild fever, skin rash, conjunctivitis, muscle and joint pain, malaise or headache. These symptoms normally last for 2-7 days.
Para ilmuwan yang mempelajari wabah Zika di Brazil menjadi semakin khawatir virus ini dapat menyebabkan kerusakan mata pada bayi.
Para peneliti Stanford University menemukan perdarahan abnormal danlesidi matatigaorang bayi laki-lakiyang ibunya tertular virus Zika saat hamil. Mereka ingin setiap bayi yang diketahui terkena Zika melakukan pemeriksaan mata.
Penyakit inidiketahui menyebabkancacat otak bayi serius yang disebutmicrocephaly.
Yang tidak jelas adalah apakah permasalahan pada mata mungkin merupakan komplikasi hal ini, daripada infeksi Zika itu sendiri. Keduanya ada kemungkinan.
Ketiga bayi yang diperiksa para peneliti dari Stanford and the University of Sao Paulo juga memiliki microcephaly.
Kerusakan mata yang ditemukan pada bayi laki-laki adalah pada lapisan peka cahaya pada jaringan di belakang mata, yang disebut retina.
Terdapat pertumbuhan pembuluhdarah abnormal, perdarahandan torpedo-shaped lesions.
Peneliti Dr Darius Moshfeghi mengatakan langkah berikutnyaadalah menentukanakar penyebab-Zikaataumicrocephaly-untuk lebih memahamibayimana yang membutuhkanpemeriksaan mata.
Pada awalnya mungkin lebih masuk akal untuk melakukan skrining bayi denganmicrocephaly," katanya.
"Tapi jikaternyataZikadapatmenyebabkanmasalah matainisecara independen, maka kitaperlu menjaring semua bayi dari ibu yang terinfeksi."
Dia mengatakanbeberapakelainanmatadapat diatasi atau diobati, namun yang lainnya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan.
Dengan tidak adanya vaksin atau pengobatan, wanita hamil disarankan untuk menutupi tubuhnya untuk melindungi diri terhadap gigitan nyamuk yang membawa Zika. Via: BBC